Penulis:

Palu, Seraya.id – Perjalanan panjang selalu diawali oleh langkah setapak. Maka betapa bermaknanya satu dalam setiap perjalanan hidup.

Sang batita sampai harus dibuatkan ‘selamatan' untuk langkah pertama ini. Dalam adat tradisional Jawa dikenal istilah Tedak Siten berarti menapakkan kaki di bumi (siti). Upacara ini dilaksanakan saat sang bayi berusia sekitar 7 bulan dan baru mulai belajar duduk dan berjalan.

Tak lain dengan harapan kelak menjadi manusia yang mampu berjalan di atas kaki sendiri.

  • Langkah Pertama, Mandiri, Krusial

Seorang Psikolog mengatakan bahwa langkah pertama merupakan momen penting dalam tumbuh kembang seorang anak.

Di mana perkembangan motorik tubuh dimulai tanpa bantuan orang lain. Mandiri, krusial.

  • Titik Awal Tonggak Pencapaian

Penetapan tanggal 1 Januari Masehi sebagai awal permulaan tahun adalah sebuah penghormatan orang Romawi kepada dewa Janus, dewa Permulaan.

Tanggal 1 Syawal tahun Hijriah dimaknai dimulainya jiwa yang suci setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Maka menjadi penting, sebuah titik awal ditetapkan dalam milestone (tonggak pencapaian) rencana jangka panjang.

  • Langkah Rencana, Perjalanan Panjang Mudah

Jangan biarkan sebuah rencana berjalan tanpa pernah menetapkan sebuah langkah awal, sekecil apapun.

Tidak mengapa langkah itu terseok, tapi yakinlah bahwa langkah ini akan membawa perjalanan panjang menjadi lebih mudah.

  • Hakikat Hal Kecil

Peletakan batu pertama sejatinya juga menandakan pentingnya langkah kecil itu. Sekalipun yang dibangun adalah sebuah bangunan besar.

Seremonial hanyalah pengingat, hakikat dari batu kecil itulah sesungguhnya bangunan besar langkah perwujudan.

Jadi, bangunlah dari tidur, awali hari dengan langkah kecil dan lanjutkan dengan kesungguhan. Niscaya mimpi tidurmu akan menjadi nyata. (Penyunting: MFS Lanoto)