Seraya.id, kasus jangkitan virus HIV/AIDS di wilayah Kota Palu hingga sekitarnya diungkapkan terus mencuat sejak beberapa tahun belakangan hingga kini.

Peristiwa tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana (Kalak) Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAP) Palu Provinsi Sulteng Riky B. Muhammad Lahia pada Jumat (20/10/2023).

Ungkapan dalam giat Pertemuan Kemitraan dalam Pembiayaan Penanggulangan AIDS bersama Lintas Pihak Terkait itu disebut Riky, kini telah mencapai jumlah 3 ribuan kasus yang terlacak di Palu.

Palu hingga kini punya catatan kumulatif kasus aktif atau positif AIDS di Palu saja, sudah mencapai 3 ribuan,” bebernya.

Sesuai rincian perhitungan data oleh lembaganya, Riky bahkan bilang masyarakat Kota Palu mau tak mau, harus siap menghadapi ledakan kasus virus mematikan itu hanya kurun 1-3 tahun saja.

“1 orang perempuan bisa menginfeksi 6 orang laki-laki. Pola (kasus) ini yang kami temukan bersama mitra komunitas kami selama di lapangan. Artinya jika kami ringkas saja, Kota Palu harus siap menyambut lonjakan kasus hingga lebih 1.600 dalam beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

Belum lagi keunikan karakter yang terjadi hasil penelusuran mereka, disebut Riky butuh mental dan tenaga lebih kuat saat menghadapi, khususnya saat langkah utama yakni pencegahan melalui sosialisasi skala massif di tempat rawan seperti diskotik.

“Termasuk mau tak mau kita harus siap menghadapi kenyataan di kemudian hari tentang putusnya potensi masa depan atau generasi anak daerah, berdasar data kasus kolaborasi ini,” tandasnya.

Meskipun tegas Riky mengakui, kinerja petugas atau tenaga kesehatan sejak tingkat Puskesmas, komunitas pemerhati , serta lembaga-lembaga swasta lainnya hingga kini luar biasa baik seperti menemukan kasus, melakukan edukasi pencegahan, hingga mendampingi para ODHA (orang dengan infeksi HIV/AIDS) dalam pengobatan atau pemulihan.

Sehingga dia menaruh harapan besar melalui lintas pihak melalui peran keahliannya masing-masing, mampu membendung ketambahan kasus yang diyakini kuat terus terjadi termasuk yang tanpa terlacak. 

“Peningkatan SDM dan profesionalisme, prioritas upaya promotif dan preventif, menempatkan masalah HIV/AIDS pada proporsi yang wajar, serta desentralisasi sesuai dengan peraturan perundangan adalah strategi yang kami terus galakkan hingga ke depan,” tandas Ketua Pelaksana KPAP Palu Riky B, Muhammad Lahia. (sf)