Seraya.id, Palu – Ketua Ikatan Keluarga Alumni () Cabang Fakultas Pertanian Universitas Tadulako () Dr. Hj. Nilam Sari Lawira (NSL) secara pribadi menyumbangkan uang tunai Rp100 juta untuk menghidupkan manfaat adanya IKA Faperta Untad.

Peristiwa menarik itu ungkapkan dalam acara Pembukaan Reuni Akbar dan Expo Pasar Tani serangkai Pelantikan Pengurus Cabang Fakultas Pertanian IKA Untad, Jumat (15/9/2023).

tersebut dia tujukan untuk para mahasiswa Pertanian Untad yang berprestasi dan kurang mampu, yang masih menggeluti tempaan didikan hingga meraih gelar S.P. maupun M.P.

“(Hibah ini) semacam . Dan untuk awal dana beasiswa ini dari saya pribadi menyumbang Rp100 juta,” ujar NSL di tengah ratusan alumni dan mahasiswa Faperta, seusai dirinya dikukuhkan sebagai ketua dengan masa bakti 2023-2028.

NSL mengarahkan utamanya kepada para alumni, agar menaruh kepedulian lebih bagi mahasiswa, sebagai salah satu program kerja awal IKA Faperta di tangan nahkodanya.

“Di kesempatan ini saya ingin mengajak seluruh alumni untuk kita lebih peduli kepada mahasiswa yang saat ini sedang berjuang seperti kita berjuang (saat kuliah) di masa lalu,” ungkapnya.

Program lain yang langsung dieksekusi Ketua DPRD Sulteng 2019-2024 itu adalah pemberian bibit tani, 700 paket sembako, serta penanaman pohon untuk masyarakat Desa Vatutela Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur.

Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang ke-4 IKA Faperta Untad pada Sabtu, 2 September 2023 lalu, Nilam Sari Lawira ingin mendorong para pengurus berkutat padu, kemudian melakukan manfaat dan sumbangsih nyata utamanya kepada masyarakat Sulteng, serta alumni dan mahasiswa almamater Faperta.

“Sudah menjadi kewajiban saya dan insya Allah seluruh alumni, kembali mengabdi untuk almamater yang kita cintai. Sesuai kemampuan diri dan profesi masing-masing (alumni dan pengurus) kita saling melengkapi,” tandasnya.

Sekilas Seraya.id mengabarkan momen pada Sabtu, 14 Januari 2023 silam di Luwuk Banggai.

Saat di hadapan ribuan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulteng, duit dari kantong pribadinya senilai 100 juta dia berikan kepada pengurus salah satu organisasi Islam terbesar di Nusantara itu.

“Sebagai bakti budi saya kepada keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulteng,” lembut NSL berucap dalam acara Muswil ke-13 Muhammadiyah dan Aisyiyah itu.

Duit Rp100 juta itu disalurkan NSL ketika Pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah sedang membangun gedung dakwah serba guna di salah satu wilayah di Luwuk.

Dua peristiwa tersebut menegaskan ke sekian kali sikap perhatian NSL akan bidang pendidikan, yang kerap ditegaskannya sejak momen ke momen belakangan. (sf)