Seraya.id, Palu – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah menyimpulkan jumlah peristiwa mengancam nyawa manusia menurun pada tahun 2023.

Penurunan kumulatif tersebut hasil perbandingan kinerja KPP SAR Palu pada tahun 2022 silam, yang resmi mereka umumkan pada Selasa, 2 Januari 2024.

Kepala Andrias Hendrik Johannes melalui luncuran operasi lembaganya, menuturkan, jumlah kejadian yang ditangani pada 2022 berjumlah 69, dengan rincian 37 kecelakaan kapal, kondisi membahayakan jiwa manusia 27 kejadian, sejumlah 3 kejadian bencana alam, dan Laka () penanganan khusus 2 kejadian.

Sementara tahun 2023, jumlah operasi SAR yang ditangani sebanyak 57 kejadian atau menurun 12 kejadian dibanding tahun 2022.

Dari 57 peristiwa itu Andrias merincikan dengan keterangan 304 orang selamat atau berhasil ditemukan, meninggal dunia di angka 26 orang, serta orang hilang berjumlah 13.

Diikuti 1 kecelakaan pesawat dengan korban selamat 8 orang tanpa meninggal dunia serta hilang. Kemudian bencana alam 2 kejadian, selamat 41 jiwa, meninggal dunia 1 jiwa tanpa disertai jiwa hilang.

Kemudian lembaga akrab disebut itu menangani 1 kecelakaan penanganan khusus dengan korban selamat 36 orang dan meninggal dunia 6 orang.

Namun di antara beberapa kategori itu, Andrias menyoroti 1 peristiwa paling marak terjadi di Sulteng, yakni kecelakaan pelayaran kapal, yang mencapai 28 kecelakaan dengan rincian selamat 206 jiwa, meninggal dunia 4 jiwa, hingga 3 jiwa dinyatakan hilang.

Mengacu tingginya angka kecelakaan di perairan kata Andrias, Basarnas Palu mengimbau kepada para nelayan dan operator kapal agar senantiasa memperhatikan keadaan dan kondisi sebelum dan saat berlayar.

“Serta harus mengetahui informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG setempat,” ujarnya.

Memasuki tahun 2024, kepadatan pelayaran dia harapkan dikurangi jika situasi tidak mendukung. “Serta para awak kapal dan nelayan harus mematuhi semua aturan melaut agar tidak terjadi kecelakaan yang lebih banyak,” tandasnya.

Meski begitu, dia bersyukur sebab sepanjang operasi di tahun 2023, pihaknya sangat terbantu atas peran serta oleh Potensi SAR seperti TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

“Sehingga semua kejadian dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil,” tutur Andrias Hendrik Johannes selaku Kepala Basarnas Palu. (sf)