Seraya.id, Palu – Kenaikan tarif bahan pokok (Bapok) dapur domestik disebut memang akan terjadi jelang hari besar keagamaan.

Fenomena saban tahun itu diucapkan Henry Simanjuntak selaku Ketua Tim Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa, 20 Februari 2024.

Henry berucap, jenis bapok yang berpotensi melonjak tersebut antara lain cabai, perbumbuan hingga bahan pangan lainnya.

“Menjelang bulan Ramadan itu biasanya harganya agak naik, nanti pertengahan Ramadan agak sedikit melandai. Nanti di akhir seminggu sebelum lebaran (Idul Fitri) itu biasanya agak naik lagi,” ucap Henry.

Kenaikan harga katanya terjadi dari acuan data-data sebelumnya yang dihimpun pihaknya.

BPS Sulteng tutur Henry, bukan memprediksi, akan tetapi melihat dari data-data sebelumnya, yang lumrah terjadi dalam komoditas-komoditas tertentu ketika bulan puasa.

Namun pun menariknya, Henry bilang harga beras biasanya tidak terpengaruh atau seperti harga umumnya pada hari-hari besar keagamaan termasuk Ramadan.

“Keadaan kalau untuk hari besar khususnya beras, jadi beras ini biasanya dipengaruhi oleh ketersediaan beras apakah kita sedang panen atau ada kelangkaan,” imbuhnya.

Sebab menurutnya beras adalah salah satu komoditas yang sangat dijaga ketersediaannya oleh pemerintah serta selalu dikontrol oleh pemerintah setempat.

Meski begitu kabar yang dihimpun redaksi Seraya.id pada Selasa, 20 Februari 2024 melonjak hingga di angka Rp17 ribu – Rp18 ribu di wilayah Kota Palu.

Dia pun menyebut belum mengetahui faktor-faktor lonjakan harga makanan orang Indonesia itu.

“Jadi mungkin sedang mendengar kabar tentang naiknya harga beras, kita sekarang ini belum mendapat (penyebab) kenapa harga beras itu sampai naik. Untuk sekarang ini karena kalau menurut data Bulog katanya masih cukup untuk cadangan beras kita,” tandas Henry.