Seraya.id, Palu – Harga bahan pokok yakni beras di wilayah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tembus hingga Rp16 ribu dan belum mengalami penurunan sejak pekan lalu, pada Sabtu, 2 Maret 2024.

Seperti di Pasar Masomba, dikatakan Ibu Agus selaku pedagang beras di pasar yang terletak di antara Jalan Tanjung Manimbaya dan Jalan Tanjung Pangimpuan, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan itu, mengalami kenaikan harga yang sudah terjadi sejak Desember 2023.

“Sebenarnya dari bulan Desember itu sudah mulai naik. Tapi pelan-pelan dia naik dari Rp14 ribu ke Rp15 sampai naik ke Rp16 ribu sekarang,” katanya.

Harga beras kata Agus dulunya paling rendah Rp10 ribu per kilogram tidak pernah mengalami penurunan.

Hal ini menurutnya dikarenakan produksi beras berkurang dan menyebabkan penurunan omzet penjualan sekitar 10 persen. 

“Sebelumnya harga beras per karungnya pernah mencapai harga Rp612 ribu hingga sekarang mulai naik sampai Rp775 ribu per karung [atau seberat 50 kg],” ujarnya.

Begitupun soal kurangnya stok beras dialami oleh Agus. Dia bilang dikarenakan kenaikan harga dari petani dan membuat para pedagang tidak dapat mengimbangi hal tersebut.

“Harga dari petani itu kalau dia [diantar] sampai di sini lewat buruhnya, ya sekarang [harganya] Rp15,5 ribu per kilonya,” imbuhnya.

Dia berharap khususnya kepada peran pemerintah setempat agar harga beras kembali stabil, sehingga juga masyarakat yang memiliki ekonomi lemah dapat mengimbangi lonjakan harga ini. (rn)