Seraya.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Moh. Akbar Lembah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Tengah masa bakti 2026-2031.
Penetapan tersebut mengacu dari pengesahan susunan personalia kepengurusan yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 1096/SK/DPP/W/IV/2026.
Disahkannya kepengurusan baru definitif ini, menandakan bahwa kerja-kerja organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang juga telah beralih kepada kepengurusan baru saat ini.
Usai menerima mandat itu langsung dari Ketua Umum PPP H. Muhamad Mardiono, Akbar bertekad akan membangun semua jaringan kader PPP Sulteng. Mengembangkan hubungan baik dengan semua elemen, dengan cara mengayomi dan memberikan ruang yang proporsional serta presisi bagi setiap kader PPP se-Sulteng.
“Ketika tongkat kepemimpinan ini resmi saya pegang, saya mengajak semua kader untuk saling membantu, bersatu dalam satu shaf, saling mengayomi untuk PPP Sulteng. Agar kita bisa kembali lagi ke Senayan (gedung DPR RI),” tegas Akbar kepada Seraya.id.
Dia pun mengajak seluruh DPC dan kader PPP se-Sulteng untuk tegak lurus, satu komando di bawah kepemimpinannya.
“Sami’na wa’ato’na dengan Ketum Mardiono. Sebab kedepan kerja kita di Sulteng adalah mengurusi persiapan Verfak (verifikasi faktual) dan Vermin (verifikasi administrasi) oleh KPUD,” katanya.
“Inilah pentingnya kenapa kita harus kompak dan menyatu, tidak ada perpecahan dalam struktur dan kader. Utamakan partai, utamakan kemajuan partai, agar semua fokus pada kerja kerja elektoral 2029 mendatang,” imbuhnya.
Akbar berharap keihklasan dalam mengabdi di PPP Sulteng dibutuhkan sekali, mengingat partai ini didirikan oleh para ulama pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.
“Inilah yang kita semua mau, saling menguatkan sehingga tak ada faksi-faksi lain, agar kerja-kerja ini bisa ringan dan sukses. Tanpa kerja sama dan persatuan akan berat dilakukan, meskipun kita semua yakin bahwa persiapan kita untuk mengerjakan Verfak dan Vermin tetap selesai, tetapi prosesnya akan pelan dan berjalan dengan apa adanya,” tandasnya.
Sementara itu, Moh. Syarif mendampingi Akbar Lembah usai ditetapkan menjabat Sekretaris DPW PPP Sulteng.
Pria karib disapa Akbar ini bukanlah orang baru di partai berlogo ka’bah. Hingga kini, dia aktif sebagai Ketua DPW Gerakan Pemuda Ka’Bah (GPK) Sulawesi Tengah. Akbar juga adalah salah satu Wakil Ketua pada kepengurusan periode 2021-2026.
Dari silsilah keluarganya, Akbar merupakan cucu dari dua orang penting dalam mewujudkan Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal ini dikutip dari sejumlah dokumen daerah seperti sejarah tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah yang resmi berdiri pada 13 April 1964 (berdasarkan UU No. 13 Tahun 1964) tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh lokal yang tergabung dalam Gerakan Penuntut Provinsi Sulawesi Tengah (GPPST).
Kedua kakek buyut Akbar itu yakni Djalaludin Lembah dan SB Lembah. Djalaludin dan SB Lembah saat itu tergabung bersama Panitia Penuntut dan Pembangun Provinsi Sulawesi Tengah (P4ST) seperti L. Mene Lamakarate, Rusdy Toana, Mohamad Lahamy, Ishak Moro, Asmaun Dg Marotja, Ibrahim Madil dan lainnya.
Kehadiran Akbar bukanlah hal kebetulan di DPW PPP Sulteng, melainkan takdir yang berlanjut dari sang kakek buyutnya, demi perrjuangan membangun Sulteng yang lebih baik ke depan. (sf)