Seraya.id, Palu diguncang dahsyat berkekuatan magnitudo 7,5 pada Rabu pagi waktu setempat, 3 April 2024.

Gempa di negara yang juga disebut Republik Tiongkok itu mengakibatkan sekitar 821 orang terluka, sedikitnya 127 orang terjebak di reruntuhan bangunan, dan 50 orang dilaporkan hilang serta menewaskan 9 orang.

Laporan di berbagai akun resmi X (dulunya Twitter) hingga menjadi trending, peristiwa gempa itu merupakan yang terkuat sejak 25 tahun terakhir tepatnya September tahun 1999.

Dinukil AFP mengacu keterangan Direktur Pusat Seismologi pada Badan Prakiraan Cuaca Taiwan Wu Chien-fu, pulau tersebut pernah diguncang gempa 7,5 skala Richter pada 1999 disertai korban meninggal sekitar 2.400 jiwa.

“Gempa ini dekat dengan daratan dan merupakan gempa dangkal. Gempanya terasa di seluruh wilayah Taiwan dan pulau-pulau lepas pantai,” tutur Wu.

Adapun pusat gempa dilaporkan berada di lepas pantai timur Taiwan yang berjarak cukup dekat dengan arah selatan Kabupaten Hualien, yakni 18 kilometer di kedalaman 34,8 kilometer (mil).

Menariknya, meski kepanikan dan gemuruh menggema di wilayah kota Taipei (ibu kota Taiwan) serta daerah-daerah sekitarnya, orang Taiwan disebut telah tangguh terhadap gempa termasuk cara membangun gedung-gedung.

Bahkan pihak otoritas Jepang sempat melayangkan peringatan dini tsunami namun akhirnya ditarik.

Kesadaran masif masyarakat disertai regulasi cukup ketat bangunan, dinilai turut meminimalisir mencuatnya korban tewas, sekalipun Taiwan masuk di persimpangan dua lempeng tektonik dalam kawasan cincin api pasifik (daerah acap mengalami gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. (sf)