Seraya.id, Palu – Pelaksanaan Pelatihan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah () selama 9 hari, tepatnya 4 – 12 September 2023 rampung dengan lancar.


Giat kerja sama RI, Sulteng, dengan World Bank melalui Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia (Indonesian Disaster Resilience Initiative Project/) itu menggandeng PT. Prismaita Cipta Kreasi sebagai Konsultannya.


Sebanyak 36 orang berasal dari 6 kelurahan di Kota Palu dan masing – masing 6 desa di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong, ditempa hingga ditetapkan menjadi Fasilitator mencegah serta menghadapi dampak kerugian bencana alam, utamanya peristiwa gempa bumi dan tsunami.


Kepala Seksi Pencegahan BPBD Palu Gayus Novanto saat sambutan penutupan menuturkan, rangkaian giat itu adalah tahap awal pelaksanaan oleh Fasilitator kepada masyarakat, tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.


“Ibarat sebuah lagu (giat) ini masih intro. Inilah gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan teman – teman ke depan di asal kelurahan dan desa masing – masing,” ujar Gayus di salah satu hotel di Palu sebagai tempat pelatihan.


Gayus menegaskan, masyarakat sebagai penerima utama manfaat program itu harus disikapi oleh Fasilitator dengan baik dan sesuai ketepatan, seperti penyesuaian keadaan alamnya dari kebencanaan.

“Ketika bapak ibu Fasilitator sudah turun ke lapangan (kelurahan/desa), ingat yang pasti adalah jangan komiu punya mau yang harus diikut. Tetapi ikutlah apa yang disepakati masyarakat,” tegasnya.


Hal itu disebut Gayus sebab sesuai tahapan sebelum program itu yakni recruitment atau seleksi orang asal kelurahan dan desa yang berpotensi sedang hingga tinggi rawan bencana alam, sampai di tahap menjadi Fasilitator .


“Kemudian karena BNPB dan BPBD sudah berpikir, kenapa harus orang lain yang masuk ketika bapak ibu ada di kelurahan desa soal ini? (Karena) yang lebih paham program ini adalah bapak ibu sekalian,” tandas Gayus.


Penyeleksian itu merupakan salah satu strategi dari pihak BNPB agar menjadi barometer untuk menyukseskan rangkaian giat ketangguhan menghadapi bencana alam di masa depan. (sf)