Seraya.id, – Pemkot (Pemerintah Kota) Gorontalo, Provinsi Gorontalo berjanji merelokasi ke gedung Gorontalo pascarampung direnovasi pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Kepada wartawan seraya.id, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Gorontalo Junaidi Kiay Demak mengatakan, hingga hari ini, Minggu, 13 Agustus 2023, penandatanganan hak dan kewajiban antara pedagang dengan Pemkot sudah masuk hari ke-4.

“Hari ini kita sudah masuk 4 hari melakukan penandatanganan kesepakatan antara pedagang dan pemerintah. Targetnya hari Senin sudah selesai semua. Persiapan untuk masuk di Pasar Sentral sesuai apa yang kita sampaikan bahwa tanggal 17 nanti kita sudah mulai berbenah masuk di pasar jadi tidak perlu ada pertanyaan lagi,” ujar Junaidi.

Kesepakatan tersebut berisi aturan menjaga kebersihan, tidak memindahtangankan secara sepihak menyewakan atau memperjualbelikan lapak, tidak merombak atau mengubah bangunan dan memperluas tanpa seizin Pemkot Gorontalo, tidak memperjualbelikan alkohol dan narkoba, tidak menjadikan tempat perjudian dan tidak menambah daya listrik dari fasilitas sarana tanpa seizin Pemkot melalui Disperdagin.

Junaidi bilang, pihaknya telah mempersiapkan tempat sesuai komoditi yang ada di Pasar Sentral. Pun seluruh pedagang yang terdata pasti mendapatkan tempat berjualan di dalam gedung baru Pasar Sentral.

“Jangan khawatir untuk tidak mendapat tempat, di dalam sudah kita siapkan. Termasuk komoditi sayur, tomat, tahu tempe, pasar Jawa dan lain-lain. Lagi-lagi isu soal ada yang tidak akan masuk itu tidak ada, kami akan masukan semua sesuai dengan data yang ada (jumlah 1.019 pedagang),” ujarnya.

Selain itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Ismail Alulu mengatakan, target Pemkot pada 17 Agustus hingga saat ini terus berupaya memaksimalkan pemindahan pedagang ke dalam gedung baru pasar.

“Kami sudah menargetkan masuk di dalam Pasar Sentral pada 17 Agustus bersamaan hari kemerdekaan RI. Upaya yang sudah dilakukan sudah hari ke-4, siang malam kami mengatur baik teknis dan administrasi demi kelancaran para pedagang masuk di dalam pasar. Kami juga mengalami hambatan dan kekurangan namun terus berupaya agar segera direlokasi,” ungkapnya.

Ismail juga mengajak seluruh pedagang kompak menandatangani kesepakatan sebagai bentuk pertanggung jawaban Pemkot Gorontalo dalam rangka pembangunan dan penempatan pasar tersebut.

“Seluruh pedagang saya harap bersama-sama menandatangani kesepakatan untuk LPJ pemerintah. Saya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan akan mengawal terus sampai semua akan terakomodir,” tandas Ismail. (aa)