Seraya.id, Palu – Gerakan Perempuan Bersatu () Provinsi Sulawesi Tengah memanjatkan doa seraya beraksi menyalakan lilin, atas ungkapan cinta, kasih, dan sayang kepada korban kekerasan seksual remaja inisial R.

Helatan itu dikemas dalam solidaritas malam doa bersama lilin cinta untuk korban R berusia 15 tahun 7 bulan, bertempat di RSUD Undata, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu mulai pukul 18.30, Minggu, 4 Juni 2023.

GPB yang tergabung dari 9 organisasi dan individu diantaranya Libu Perempuan, SKP-HAM , Sikola Mombine, Forum Sudut Pandang, LBH APIK, KPKP-ST, KPPA, KPI Sulteng, dan Solidaritas Perempuan itu, merangkaikan puisi, dendang lagu, serta dialog lintas lembaga terkait penanganan korban kekerasan seksual.

Nurlaela Lamasitudju, salah seorang inisiator aksi tersebut, kepada Seraya.id menuturkan, puluhan orang dengan khidmat menghadiri aksi seraya berdoa dari lintas agama di depan pintu RSUD Undata, tempat saat ini R dirawat khusus.

Tak hanya lintas orang ragam kalangan, GPB Sulteng juga menghubungkan dialog daring kepada pemerhati asal Kabupaten Poso, Provinsi Yogyakarta, DKI Jakarta, serta Komisioner LPSK RI dan Ketua Komnas Perempuan.

“Pesan yang ingin kami sampaikan pada malam hari ini melalui doa bersama adalah dukungan sepenuh-penuhnya kepada kesembuhan jiwa dan raga adik R,” tutur wanita karib disapa Ela.

Mereka juga menandatangani petisi bentuk dukungan penuh korban R, dilanjutkan pembacaan deklarasi ihwal penetapan sikap pengawalan tahap penegakan hukum hingga tuntas, terhadap kesebelas pelaku.

“Hanya dengan ditangani serius lah (oleh lembaga terkait) penghukuman bagi bagi para pelaku, kemudian memastikan bahwa ada efek jera bagi pelaku dan kepastian keadilan dan kebenaran untuk korban,” pungkasnya.

Malam aksi kasih itu juga berhasil mengumpulkan kado dan bingkisan cinta dari para pemerhati teruntuk R, yang langsung mereka serahkan ke pihak RSUD Undata Palu selepas aksi. (sf)