Seraya.id, Palu – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memfasilitasi akses sebagai upaya percepatan menjangkau pasar durian khususnya berjenis montong asal Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah ke negeri .

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean menyatakan siap memfasilitasi akses pasar dan mengawal persiapan ekspor durian montong Palu.

Sahat menjelaskan bahwa pada tahun 2020 Barantin telah mengajukan akses pasar durian ke pemerintah Tiongkok sebagai salah satu negara tujuan ekspor dan telah ditandatangani pada tahun 2023.

“Langkah selanjutnya perlu mempersiapkan audit kebun dan rumah kemas durian di Indonesia untuk memperkuat dukungan pasar,” ucapnya.

Menyikapi kerangka itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulteng Dra. Novalina mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Barantin sebagai upaya mendorong percepatan akses durian Indonesia ke Tiongkok

“Dan buah durian saat ini merupakan buah tropis yang terkenal di Indonesia. Tumbuh baik di Sulawesi Tengah dengan keanekaragaman varietas yang berbeda-beda,” ujarnya.

Varietas-varietas ini merupakan potensi yang menjadikan Sulteng sebagai salah satu daerah penghasil durian yang cukup siginifikan.

Sebab itu sebagai peningkatan, Pemprov Sulteng saat ini menggalangkan potensi durian dengan mengambil langkah strategis yaitu meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan kualitas durian yang lebih unggul.

Kemudian bekerja sama dengan lembaga riset pertanian dan para ahli sebagai upaya menciptakan kualitas durian lokal yang tidak hanya lezat tetapi juga tahan terhadap penyakit dan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

“Kami menyadari bahwa Tiongkok merupakan pasar potensial yang sangat besar bagi buah durian segar. Namun dapat memasuki pasar tersebut kita harus memastikan bahwa produk kita ini memenuhi standar karantina dan keamanan pangan yang ditetapkan oleh Tiongkok,” jelas Novalina.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) ini para peserta dapat saling membagi pengetahuan, pengalaman dan ide-ide inovatif untuk meningkatkan produk kualitas dari keamanan produk durian segar.

“Selain itu kita juga perlu membahas prosedur karantina yang efektif serta memperkuat kerjasama antara pemerintah, petani, pelaku usaha dan pihak-pihak yang terkait lainnya,” tandas Sekdaprov Sulte Dra. Novalina. (rn)