Seraya.id, Palu – UPT. Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PSRSPD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan Bimbingan Aktivitas Hidup Sehari-hari untuk para penyandang disabilitas asal Kota Palu, Sulteng pada Rabu-Kamis, 20-21 Agustus 2025 di aula kantor UPT. PSRSPD.
Agenda tersebut melibatkan 15 orang penyandang tunarungu sebagai peserta. Mereka dilatih mulai diawali dari teori, pemeriksaan kesehatan, serta praktek pengembangan bakat diri pada hari kedua.
Kegiatan instansi naungan Dinas Sosial Sulteng sekaligus Kemensos RI ini, menghadirkan Dr. Gafar Mallo selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat Palu dengan materi kerohanian, dan Pendiri Hannah Asa Indonesia Mardiah yang mengedukasikan pentingnya penatakelolaan keuangan.
Kepala UPT. PSRSPD Sulteng Ernawaty Ladjalani, SE.,M.Si kepada Seraya.id menuturkan, bimbingan ini perlu dilaksanakan karena salah satu keutamaannya sebagai bentuk kepedulian kepada kalangan disabilitas.
“Sebab mereka jika kita bisa menaruh sedikit saja perhatian kepada mereka, potensi kreativitas dan bakat mereka nyata adanya. Ini yang perlu kita bersama-sama hidupkan dan kembangkan,” ujar Erna karib sapaannya di sela giat.
Sehingga, langkah nyata lembaganya atas hal itu adalah dengan melaksanakan giat tersebut setiap tahun.
“Tahun lalu sukses kami lakukan juga sampai di kabupaten di Sulteng,” ujarnya.
Kata Erna, bentuk rangsangan minat dan bakat para peserta makin diperkuat lewat praktek wirausaha kuliner dan UMKM pada hari kedua.
Selain itu, lanjut Erna, diharapkan para kalangan disabilitas asal Kota Palu dan Kabupaten Sigi mampu mandiri dalam menjalani kehidupannya.
“Kami yang memang mempunyai tugas dan tanggung jawab mewadahi mereka selama ini percaya, mereka juga mampu bersaing dengan orang pada umumnya,”
“Maka diawal kami coba tanamkan di pemikiran mereka bahwa hal-hal baik yang diajarkan di dalam agama lewat materi kerohanian tada sebagai penguatan mental mereka, sebelum nanti mulai bergelut dengan pembuatan kuliner,” jelasnya.
Pihaknya berharap, bimbingan ini mampu memandu para disabilitas menjadi orang-orang yang patut diapresiasi atas bakat mereka.
Sehingga nantinya, meskipun mengalami keterbatasan fisik, masyarakat umum bisa merasakan ketangguhan mereka bahkan membawa dampak baik dan positif di tengah-tengah masyarakat. (sf)