Seraya.id, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah melakukan survei dinamika yang terjadi di dalam wilayah kota, utamanya kondisi jalanan.

Survei yang dipimpin langsung Kepala Bidang Bina Marga PU Palu, Aris, didampingi jajaran bidangnya, mendatangi salah satu titik dalam kompleks padat pemukiman Permai di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Palu, pada Kamis pagi, 15 Juni 2023.

Namun patut diketahui, kabar valid yang dihimpun redaksi Seraya.id sejak beberapa tahun belakangan, jalan tersebut mengalami kerusakan serta tak memiliki drainase umum di kedua sisinya.

Berada di alamat blok I 2 dan I 3 RT 3 RW 4, lebih 20 rumah milik masing-masing warga terbangun di sepanjang jalan itu. Terdapat juga jalan lain di blok I 3 dan 4 yang memiliki kondisi sama persis dengan jalan sebelumnya.

Jalan milik Pemda Kota Palu itu diapit tersambung dua jalan lain yang justru beraspal laston atau ac-wc (halus) disertai drainase sejak beberapa tahun lamanya. Sementara jalan itu terkucilkan hingga lambat laun rusak sejak sebelum terjadi gempa bumi dahsyat 28 September 2018 silam.

Menariknya, jalan itu dulunya turut akan teraspal persis seperti jalan sambungannya, namun dibatalkan Pemkot lantaran penolakan dari oknum warga yang diduga menganggap jika jalan itu diperbaiki, akan merusak atau mengambil lahan tepat di teras depan rumahnya.

Sebelumnya, Kepala , Singgih Budi Prasetyo yang diminta tanggapan media ini sejak tahun lalu, menanggapi baik akan memperbaiki kondisi tersebut.

Singgih pun lebih dulu memantau langsung jalan tersebut pada Selasa, 13 Juni 2023.

“Saya sendiri sudah lihat lokasi itu. Saya perintahkan teman-teman bidang Bina Marga untuk tindak lanjut guna melaksanakan survei jalan terlebih dulu,” tutur Singgih pada Rabu, 14 Juni 2023.

Dilanjutkan Aris didampingi kelima rekannya pada Kamis pagi, langsung mengukur panjang dan lebar jalan tersebut.

Alhasil panjang jalan itu 138 meter dengan lebar sekira 6 meter. Untuk jalan kedua, memiliki panjang 101 meter dengan lebar sama, yang keduanya jika dijumlahkan sepanjang 239 meter.

Untuk jenis pengaspalannya, Aris bilang memungkinkan pakai aspal laston disertai pembuatan drainase termasuk u-dits.

“Namun karena ukurannya yang cukup panjang, kami sesuaikan dulu rencana penggunaan anggarannya. Kemungkinan ya pakai murni tahun depan,” urai Aris.

Sebab itu Aris memohon kesabaran warga setempat, seperti ketika dia berbincang dengan salah seorang warga Bernama Ketut.

Tetapi pihaknya meyakinkan bahwa jalan itu termasuk jalan kedua, diupayakan penuh mengalami di waktu mendatang. Terlebih dulu sesuai itikad baik Kadis PU Singgih menaruh perhatian sendiri keadaan jalan yang saban hari ramai digunakan warga BTN Palupi. (sf)