Seraya.id, Palu – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Bidang Perdagangan mengatakan bahwa saat ini sejumlah beras yang ada di Sulteng banyak diminati oleh pembeli dari luar daerah.

Hal itu dianggap jadi salah satu pengaruh meningkatnya harga beras di pasaran. 

Namun Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin Palu Andriani saat ditemui wartawan Seraya.id beberapa waktu lalu berkata, wilayah Palu memiliki pasokan khusus berasnya sendiri. 

“Untuk Kota Palu kita ada sendiri (pasokan) berasnya. Tetapi kita juga banyak penunjang dari luar Palu seperti Kabupaten Parigi Moutong serta Sulawesi Selatan,”ujar Andriani di kantornya di Jalan Macan Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Palu.

Disperdagin Palu yang juga bekerja sama dengan Bulog kata Andriani, pembeli yang berasal dari luar daerah datang langsung kepada para petani di penggilingan atau lumbung mereka, untuk membeli bahan paling pokok itu.

Selain itu para pembeli menawarkan harga jual yang cukup tinggi dan membayar beras tersebut secara tunai. “Sehingga para petani mau menjual beras mereka kepada para pembeli dari luar daerah seperti Gorontalo, Manado hingga pulau Jawa,” imbuhnya.

Meski begitu Andriani tidak merincikan nominal kenaikan tarif beras di pasaran Palu dan sekitarnya.

Selain karena tingginya permintaan dari luar daerah, lonjakan harga beras juga dipengaruhi empat hari besar yang berdekatan seperti sebelumnya yakni natal dan tahun baru serta saat ini menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

“Jadi memang kenaikan harga ini karena ada momen hari besar keagamaan, yang kebetulan bertepatan dengan empat momen (perayaan) seperti natal, akhir tahun dan sekarang memasuki puasa. Selain beras, harga bawang-bawang juga mulai naik di pasaran,” tandas Andriani. (rn)